HALONESIA.ID – Menyambut peringatan Hari Bumi 2026, komunitas Bandung on Bike siap menggelar gerakan bersepeda massal pada 25 April mendatang dengan misi besar.
membuktikan tingginya antusiasme pesepeda di tengah minimnya infrastruktur yang mumpuni di Kota Bandung. Aksi yang dipusatkan di Balai Kota ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bentuk desakan bagi pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas jalur sepeda yang lebih layak dan terintegrasi.
Ketua Bike to Work Bandung, M. Andi Nur Fauzi, menyoroti kontradiksi antara budaya bersepeda warga yang kuat dengan kondisi lapangan yang memprihatinkan. “Lajur sepeda itu sebetulnya sudah ada di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. Cuman kondisinya ada yang hilang, kalau pun ada jalannya ada yang berlubang, dan juga ada lajurnya tapi digunakan untuk parkir liar,” ungkapnya.
Andi menambahkan bahwa melalui gerakan ini, komunitas ingin menunjukkan kepada semua pihak bahwa kebutuhan akan infrastruktur yang mumpuni sudah sangat mendesak, terutama dengan adanya isu pembangunan BRT yang berpotensi menghilangkan jalur sepeda yang sudah ada.
Gerakan ini akan diikuti oleh lebih dari 1.500 pesepeda dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Peserta akan terbagi dalam dua kategori utama, yakni City Adventure sejauh 100 kilometer dan City Tour sejauh 60 kilometer. Ketua Pelaksana Bandung on Bike, Syaiful Rochman, menekankan bahwa acara perdana ini juga mengusung konsep ramah lingkungan yang ekstrem melalui pengelolaan sampah 100 persen bersama Dietplastik Indonesia. “Insyaallah sampah dari kegiatan Bandung on Bike tidak akan membebani lingkungan atau harus dibuang ke TPA,” ujar Syaiful.
Selain bersepeda, para peserta di rute 60 kilometer akan diajak melakukan aksi kebersihan secara langsung di titik-titik tertentu. Komunitas berharap, aksi nyata dan partisipasi luas dari warga ini dapat mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk serius memikirkan integrasi transportasi umum yang ramah bagi pesepeda dan pejalan kaki. “Harapan kami disediakan shelter dan parkiran sepeda yang aman, sehingga kita bisa naik BRT atau transportasi umum lainnya. Dengan begitu, masyarakat semakin mudah beralih ke moda transportasi ramah lingkungan,” pungkas Andi.








