HALONESIA.ID – Siapa sangka, bisnis sukses tak melulu harus lahir dari perencanaan yang dituangkan dalam proposal tebal. Kadang, kesuksesan dalam bisnis justru tumbuh dari kebiasaan iseng tanpa ekspektasi apa pun.
Setidaknya, itulah yang dialami oleh Rian dan Risma. Bermula dari video komedi singkat seputar drama rumah tangga yang diunggah ke media sosial, konten spontan mereka malah sukses mengocok perut netizen. Jutaan views pun diraih, diikuti dengan antrean tawaran kerja sama dari berbagai brand papan atas.
Sadar bahwa popularitas tak boleh menguap begitu saja, pasangan ini menangkap peluang yang lebih besar. Mereka melihat banyak pelaku usaha di luar sana yang ngebet go digital, tapi masih bingung bagaimana cara PDKT yang asyik dengan audiens di media sosial.
Berangkat dari itulah, Imagen Indonesia lahir. Agensi kreatif ini kini menjadi juru racik strategi pemasaran digital bagi berbagai brand yang ingin naik kelas.
Berawal dari Konten Sederhana
Jauh sebelum mendirikan perusahaan, Rian dan Risma dikenal sebagai pasangan yang aktif membuat konten keseharian.
Mereka membagikan berbagai momen sederhana dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari percakapan ringan, tingkah lucu pasangan, hingga kejadian-kejadian yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.
BACA JUGA: Rian dan Risma: Dari Pasangan Biasa Menjadi Kreator Digital, Inilah Perjalanan di Balik @rian.sagit
Saat itu, membuat konten bukanlah pekerjaan utama yang direncanakan secara serius. Keduanya hanya menikmati proses berbagi cerita melalui media sosial.
Namun respons yang datang ternyata jauh di luar perkiraan.

Audiens terus bertambah. Video-video mereka mulai menjangkau lebih banyak orang. Banyak penonton merasa terhibur karena konten yang disajikan terasa alami dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Seiring meningkatnya popularitas, berbagai brand mulai datang menawarkan kerja sama.
Fenomena tersebut menjadi titik awal yang memperkenalkan mereka pada dunia pemasaran digital dari sudut pandang yang berbeda.
Melihat Peluang di Balik Permintaan Brand
Ketika semakin banyak merek menghubungi mereka untuk berkolaborasi, Rian dan Risma mulai menyadari bahwa tantangan yang dihadapi pelaku usaha tidak selalu berkaitan dengan kualitas produk.
Banyak bisnis memiliki produk yang baik, tetapi kesulitan membangun komunikasi yang tepat di media sosial.
Ada yang belum memahami cara membuat konten yang menarik perhatian. Ada pula yang belum menemukan strategi untuk membangun hubungan dengan audiens secara konsisten.
Di sisi lain, pengalaman sebagai kreator membuat Rian dan Risma memahami bagaimana perilaku pengguna media sosial bekerja.








