HALONESIA.ID – Kejadian banjir dan cuaca ekstrem melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah selama sepekan terakhir.
Selain tiga wilayah yang menjadi atensi BNPB, yakni Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus, banjir juga melanda Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas.
Dari provinsi lain, laporan kejadian bencana juga diterima dari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang mengalami longsor, serta Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, dengan kejadian pergerakan tanah.
Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dilaporkan banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat, 16 Januari 2026. Banjir dengan ketinggian air antara 30-120 cm tersebut berdampak pada 15.184 jiwa. Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang.
BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu, 17 Januari 2026, banjir dilaporkan belum surut.
Selanjutnya, dari Kabupaten Pemalang dilaporkan kejadian banjir sejak Jumat, 16 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.
BACA JUGA: Ribuan Pasukan Oranye Diterjunkan untuk Tangani Sampah yang Terbawa Arus Banjir di Jakarta
Tinggi muka air tercatat antara 40-150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, banjir di Kecamatan Randudongkal terpantau telah surut. Sementara itu, genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.
Bergeser ke Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu, 17 Januari 2026 dini hari serta limpasan air Sungai Bremi menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.
Ketinggian genangan air terpantau antara 20-100 cm. Sebagai langkah respon cepat, BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian.
Banjir di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi kereta api.








