Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah Diterjang Banjir, Ratusan Rumah Terendam

banjir jawa tengah
Petugas BPBD Kabupaten Pekalongan mengevakuasi korban banjir.

Berdasarkan pantauan tim lapangan, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan-Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api. Tercatat terdapat empat pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut.

Beralih ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat, 16 Januari 2026.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Selain itu, tiga unit bangunan usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, tim BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.

Pada waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat, 16 Januari 2026.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini.

Dari Provinsi Jawa Barat, hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan pergerakan tanah di area permukiman warga Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Selain di Kecamatan Rumpin, kejadian longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenjolaya. Akibat peristiwa tersebut, tiga unit rumah mengalami rusak sedang dan sebanyak 15 jiwa terdampak.

BACA JUGA: Puluhan Tunawisma Terjaring dalam Operasi PPKS Jalanan di Kota Bandung

BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen di lapangan dan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

BNPB juga mencatat laporan kejadian pergerakan tanah dari Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, terjadi gerakan tanah yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

Kejadian ini berdampak pada 16 kepala keluarga atau sebanyak 64 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Pergerakan tanah tersebut mengakibatkan 15 unit rumah mengalami rusak berat dan satu unit rumah rusak ringan.

Longsor susulan terjadi di Dusun Laok Gunung yang masih berada di wilayah Desa Sana Daja. Akses jalan desa tertutup total sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pemulihan akses.