Update Korban dan Penanganan Bencana Alam di Sumatra hingga 20 Januari 2026

update bencana sumatra

HALONESIA.ID – BNPB melaporkan update penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Selasa, 20 Januari 2026.

Upaya terpadu lintas sektor terus dioptimalkan guna memastikan keselamatan masyarakat terdampak serta mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.

Berdasarkan laporan terbaru, tercatat adanya penambahan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah.

Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal dunia secara keseluruhan mencapai 1.200 jiwa, sementara korban hilang tercatat sebanyak 143 jiwa.

Adapun jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Data ini menunjukkan dinamika pergerakan pengungsi seiring dengan proses pembersihan wilayah, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang terus berlangsung di wilayah terdampak.

Dalam rangka menciptakan kondisi wilayah yang semakin kondusif untuk dihuni kembali, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan serta pembersihan akses jalan dan jembatan, dan pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan.

BACA JUGA: BAM DPR RI Serap Aspirasi Sengketa Kebun Binatang Bandung

Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Laporan distribusi logistik yang dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 19 Januari 2026, total bantuan logistik yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.757,03 ton atau sebesar 99,76 persen dari total logistik yang tersedia.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 unit truk melalui jalur darat, serta 7 kapal laut.

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek. BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga 20 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 507 sorti dengan total penggunaan bahan semai mencapai 484.600 kilogram.

Di wilayah Sumatra Utara, OMC tercatat sebanyak 390 sorti dengan total bahan semai 342.600 kilogram, sementara di Sumatra Barat telah dilaksanakan 407 sorti dengan total bahan semai sebesar 404.325 kilogram.

Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi terjadinya bencana susulan di wilayah rawan.***