HALONESIA.ID – Sejumlah remaja yang mayoritas merupakan pelajar terlibat aksi tawuran yang dipicu perang sarung di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Langkah tegas diambil oleh Polres Cimahi dengan melakukan pendataan serta pemanggilan orang tua para pelajar yang terlibat dalam aksi perang sarung.
Bukan tanpa alasan, fenomena ini kerap memicu bentrokan fisik yang mengakibatkan luka-luka serius.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa aktivitas ini biasanya direncanakan melalui media sosial dan dilakukan pada waktu-waktu rawan, seperti setelah salat Tarawih atau menjelang Sahur.
“Pihak kepolisian secara aktif membubarkan dan menangkap remaja yang terlibat dalam perang sarung,” kata Niko kepada wartawan.
BACA JUGA: Pilu, Ibu Habisi Anak Kandung setelah Bertengkar dengan Suami di Subang
Karena sifatnya yang membahayakan nyawa, polisi tidak akan memberikan toleransi, terutama bagi pelaku di bawah umur.
Polres Cimahi mengedepankan pembinaan dan efek jera melalui keterlibatan orang tua. Namun, jika ditemukan unsur pidana, proses hukum tetap akan dijalankan.
“Polisi tidak akan mentolerir aksi ini dan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujarnya.
Guna menjaga ketertiban, Polres Cimahi bersama Satpol PP kini memperketat patroli di titik-titik rawan.
Masyarakat pun diminta untuk aktif melaporkan jika melihat adanya indikasi kegiatan negatif tersebut di lingkungan mereka.
“Masyarakat dan orang tua diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari,” jelas Niko.
“Agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif. Arahkan anak-anak kita untuk melakukan kegiatan positif, seperti belajar atau berolahraga,” ujarnya.
“Laporkan kepada kami jika Anda mengetahui adanya aksi perang sarung atau kegiatan negatif lainnya,” pungkasnya.***








