Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi H-3 Idulfitri, Ini Jalur Utama di Jabar yang Diprediksi Macet

Sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat akan mudik pada momen Lebaran 2026

Mudik 2026
Ilustrasi mudik gratis 2026. (Humas Jabar)

HALONESIA.ID – Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Idulfitri 2026 atau Rabu, 18 Maret 2026. Sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat akan mudik pada waktu tersebut.

Dinas Perhubungan Jawa Barat memetakan sejumlah titik krusial yang diprediksi akan mengalami kepadatan pada Idulfitri 2026.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur utama, skema satu arah (one way) dan penertiban aktivitas publik akan diterapkan.

Di ruas Simpang Jomin-Simpang Mutiara hingga Cikopo, Dishub Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) akan menutup 47 titik putaran balik (u-turn) dan hanya menyisakan 8 titik operasional.

Sementara itu, di jalur Ciawi-Cibadak-Sukabumi, pembatasan ketat akan diberlakukan bagi angkutan barang sumbu tiga ke atas, dibarengi dengan pembersihan parkir liar dan PKL yang memakan bahu jalan.

Untuk wilayah Puncak, Bogor, sistem ganjil-genap dan one way tetap menjadi andalan kepolisian, didukung personel Satpol PP guna memastikan kelancaran arus dari gangguan aktivitas warga.

BACA JUGA: Mulai 28 Maret 2026, Pemerintah Batasi Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Terakhir, di titik krusial Cileunyi dan Nagreg, Dishub menyiapkan unit mobile reader guna mempercepat transaksi tol dan mencegah antrean panjang.

“Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar.

Jalur lain yang diprediksi terjadi macet yakni Limbangan-Malangbong dan Gentong. Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat yang menggangu di jalur tersebut untuk mengurangi kemacetan.

Jalur terakhir yang diperkirakan macet adalah Pelumbon-Kadawung-Cirebon.

“Pemda akan menertibkan parkir di pinggir jalan dan pedagang kaki lima di badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Pelumbon-Kadawung-Cirebon,” ucap Dhani.

Jalur Alternatif

Pemudik dapat melewati jalur alternatif saat mudik Idulfitri 2026 untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Di wilayah utara Jawa Barat, setidaknya ada delapan jalur alternatif.

Dhani mengatakan, delapan jalur alternatif di utara yakni Sukamandi-Kalijati (22 kilometer), Pamanukan-Subang (31 kilometer), Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 kilometer) dan Haurgeulis-Patrol (19 kilometer).

BACA JUGA: Detik-detik Longsor Gunungan Sampah di TPA Bantargebang Bekasi yang Tewaskan 4 Orang

Selain itu, di utara, jalur alternatif yang bisa dilewati yaitu Cikamurang-Jangga (35 kilometer), Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 kilometer), Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 kilometer) serta Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 kilometer).