Pertumbuhan Zona Euro pada 2026 Diprediksi Lebih Rendah Akibat Ketegangan Perdagangan

zona euro
Ilustrasi Euro. (Geralt/Pixabay)

HALONESIA.ID – Uni Eropa pada hari Senin, 17 November 2025, memangkas perkiraan pertumbuhan zona euro untuk tahun 2026 karena risiko dari perdagangan internasional dan ketegangan geopolitik membebani ekonomi Eropa.

Komisi Eropa memperkirakan kawasan mata uang tunggal 20 negara akan tumbuh sebesar 1,2% pada tahun 2026, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,4%.

Eksekutif blok tersebut mengatakan ekonomi Eropa yang sangat terbuka tetap rentan terhadap pembatasan perdagangan yang sedang berlangsung.

Tetapi mencatat bahwa kesepakatan perdagangan AS dengan mitra termasuk Uni Eropa mengurangi beberapa ketidakpastian.

“Ketidakpastian kebijakan perdagangan yang terus-menerus terus membebani aktivitas ekonomi, dengan tarif dan pembatasan non-tarif berpotensi menghambat pertumbuhan Uni Eropa lebih dari yang diperkirakan,” kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Pemerintah RI Akselerasi Transformasi Industri Otomotif Berbasis Kendaraan Listrik

Untuk keseluruhan 27 negara Uni Eropa, Brussels memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,4% pada tahun 2026, sedikit lebih rendah dari 1,5% yang diprediksi pada bulan Mei.

Kepala ekonomi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis, cukup optimistis, meskipun ada ketidakpastian.

“Bahkan dalam lingkungan yang sulit, perekonomian Uni Eropa terus tumbuh,” kata Dombrovskis dalam sebuah pernyataan.

Brussels juga memperkirakan inflasi zona euro mencapai 1,9% pada tahun 2026, naik dari prediksi sebelumnya sebesar 1,7% untuk tahun depan.

Komisi tersebut mengatakan inflasi di kawasan mata uang tunggal diperkirakan mencapai 2,1% pada tahun 2025, hanya beberapa langkah dari target Bank Sentral Eropa sebesar 2%.

Meskipun Brussels menyatakan kenaikan harga pangan dan jasa melambat, hal ini diimbangi oleh kenaikan inflasi energi.***