Pemkab Cilacap Fokus Penanganan Pascabencana setelah Operasi Pencarian Korban Longsor Cibeunying Ditutup

longsor cibeunying cilacap
Pemkab Cilacap bersama Basarnas resmi mengakhiri operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, dengan menggelar prosesi tabur bunga.

HALONESIA.ID – Pemkab Cilacap fokus menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, yang terdampak longsor setelah operasi pencarian korban ditutup pada Sabtu, 22 November 2025.

Penutupan pencarian korban longsor di Cibeunying dilakukan setelah 10 hari operasi SAR dan ditandai dengan menggelar prosesi tabur bunga serta doa bersama.

Sementara keluarga dua korban yang belum ditemukan menyampaikan keikhlasan serta menandatangani persetujuan penghentian operasi.

Kini, Pemkab Cilacap mengalihkan fokus pada penanganan pascabencana, terutama pembangunan hunian sementara.

Lahan seluas 3,9 hektare telah disiapkan untuk sekitar 240 unit hunian sementara yang dirancang sebagai rumah yang dapat dikembangkan menjadi hunian tetap.

“Target kami bulan ini sudah mulai dibangun, minimal 50 unit terlebih dahulu,” kata Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Setiap unit hunian sementara diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu sebelum pemerintah melanjutkan pengajuan pembangunan hunian tetap kepada Kementerian Keuangan melalui BNPB.

BACA JUGA: Masih Rawan, Warga Diminta tidak Nonton Proses Evakuasi Korban Longsor di Cibeunying Cilacap

Sebelum penentuan lokasi pembangunan, PVMBG dijadwalkan melakukan asesmen geologi untuk menentukan area relokasi yang akan menjadi dasar penerbitan SK Bupati sebagai syarat administratif.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pencarian terdapat kekurangan.

“Operasi SAR hari kesepuluh kami nyatakan selesai dan ditutup. Dua korban tidak ditemukan, masing-masing satu di lokasi A dan satu di lokasi B,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila suatu saat muncul temuan baru di lapangan.

Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR lainnya yang terlibat sejak hari pertama.

Longsor yang terjadi pada Kamis malam, 13 November 2025 itu, menimbun permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, menyebabkan 46 warga terdampak.

Sebanyak 23 orang berhasil selamat, dua meninggal pada hari pertama, dan 21 ditemukan dalam pencarian selama sepuluh hari.

Dua korban yang tidak ditemukan kini dikenang melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.***