HALONESIA.ID – Pemerintah RI menyiapkan sebanyak 197 titik lahan relokasi dan pembangunan hunian tetap untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bertanggung jawab dalam penyiapan lahan relokasi dan huntap bagi warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Menteri PKP, Maruarar Sirait memastikan, pihaknya akan bergerak cepat menyiapkan 197 titik lahan relokasi dan pembangunan huntap.
“Kita bergerak cepat, kita sudah usulkan cukup banyak titik-titik di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang untuk hunian tetap,” ujar Ara Sirait, sapaan Maruarar Sirait.
Ara Sirait merinci, di Aceh telah disiapkan sebanyak 153 titik seluas 473 hektare, Sumatra Utara sebanyak 16 lokasi seluas 58 hektare, dan Sumatra Barat sebanyak 28 lokasi seluas 53 hektare.
“Khusus Provinsi Aceh saya perjelas, usulan lahan relokasi sebanyak 153 titik lahan, dengan total luas lahan sebesar 473,09 hektare,” jelasnya.
BACA JUGA: Banjir Dominasi Peristiwa Bencana Hidrometeorologi di Awal Tahun 2026
“Total daya tampung rumah yang dapat terbangun sebanyak 28.311 unit, di antaranya yang telah dilakukan verifikasi lapangan dan layak sebanyak 24 titik lahan,” ujarnya.
Menteri PKP juga menegaskan bahwa proses pembangunan hunian tetap harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu aman dari potensi bencana alam, tidak bermasalah secara hukum, dan dekat dengan ekosistem kehidupan penghuni.
“Pertama, lokasinya aman dari potensi banjir, tsunami, atau longsor. Kedua, tidak bermasalah secara hukum. Ketiga, dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat, seperti ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar,” tandasnya.
Berdasarkan data Kementerian PKP per Jumat, 9 Januari 2026, total rumah terdampak di Sumatra mencapai sekitar 189.308 unit. Di Aceh tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, dan 13.969 hanyut.
Sementara di Sumatra Utara terdapat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 hanyut. Adapun di Sumatra Barat terdapat 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan 791 hanyut.***








