Jelang Ramadan 1447 H, Banjir dan Longsor Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

Jawa Barat Siaga Darurat Bencana hingga 30 April 2026

banjir longsor
Banjir merendam permukiman warga di wilayah Grobogan, Jawa Tengah. (Dok. BNPB)

HALONESIA.ID – Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terjadi pada Senin, 16 Februari 2026.

Tercatat 185 kepala keluarga terdampak, dengan 66 jiwa mengungsi dan 185 unit rumah mengalami kerusakan.

Saat ini, status penanganan memasuki masa Transisi Darurat ke Pemulihan hingga 30 Maret 2026.

Sementara tim BNPB melakukan pendampingan, akses jalan Sipange-Aek Garut masih terputus akibat longsor susulan sejak 11 Februari.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Senin, 17 Februari 2026.

Sebanyak 332 kepala keluarga atau 868 jiwa terdampak, 164 jiwa mengungsi, serta 317 unit rumah terdampak.

BACA JUGA: Tiga Tempat Hiburan Malam di Kota Bandung Langgar Edaran Imlek

Penanganan masih berlangsung dalam status Siaga Darurat Provinsi Jawa Barat hingga 30 April 2026.

Di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Kota Semarang, banjir berdampak pada 613 kepala keluarga atau 1.857 jiwa dengan jumlah rumah terdampak yang sama.

Kondisi terkini menunjukkan banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri.

Di Kabupaten Grobogan masyarakat yang berdampak banjir kurang lebih 9.736 kepala keluarga dengan dua unit rumah rusak dan sekitar 30 jiwa mengungsi mandiri.

Selain itu, tanah longsor sebagai kejadian baru terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sebanyak 19 kepala keluarga terdampak dengan 19 unit rumah terdampak.

Saat ini warga bersama unsur terkait melakukan pembersihan material longsor di bawah status Siaga Darurat hingga 19 Maret 2026.***