Dari Ojol hingga Emak-emak, Begini Cerita Relawan SPPG yang Ekonominya Terbantu Program MBG

manfaat program MBG

HALONESIA.ID – Manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirasakan oleh para relawan yang terlibat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

Seperti dirasakan relawan SPPG Semarang Tengah Gabahan dan SPPG Semarang Semarang Tengah Brumbungan, Jawa Tengah.

Program MBG telah memberikan mereka sumber pendapatan karena banyak warga di sana yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap, kini memperoleh pendapatan secara rutin.

Para relawan SPPG mengaku senang dapat bekerja di dapur MBG. Mereka merasakan manfaat nyata, terutama dari sisi peningkatan ekonomi, sehingga berharap Program MBG dapat terus berlanjut.

Sugiyono, Ketua RW sekaligus relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Gabahan, mengaku telah mengetahui hal tersebut ketika awal pembangunan SPPG.

Sejak dapur tersebut mulai beroperasi, hampir seluruh warganya terlibat bekerja di SPPG tersebut. Ia menjelaskan, banyak ibu rumah tangga di wilayah RW-nya ikut bekerja di dapur MBG.

“Dengan adanya dapur MBG, warga saya yang awalnya pengangguran, sekarang jadi punya pekerjaan,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Instruksikan Gerak Cepat Penanganan Bencana di Sumatera, BGN Salurkan Ribuan Paket MBG

Para relawan menjalankan berbagai tugas, mulai dari pencuci ompreng, petugas penyiapan bahan makanan, juru masak, bagian pemorsian, hingga petugas pengantar makanan dan sopir.

“Warga saya antusias, setiap RT pasti ada yang bekerja di dapur sini,” kata Sugiyono. Ia sendiri bertugas sebagai relawan di bagian keamanan SPPG.

Sugiyono menuturkan, dirinya bekerja sebagai petugas keamanan dengan dua shift, pagi dan siang, dengan jam kerja total 12 jam.

Pendapatan yang diterimanya tidak selalu sama dalam satu periode, namun terkadang mendapat tambahan.

“Pendapatan setiap 2 minggu kadang Rp1.500.000, kadang Rp1.600.000, kadang Rp1.700.000, tergantung hari liburnya,” kata Sugiyono.

Sementara itu, Irfan, relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Brumbungan, telah bekerja di SPPG tersebut sejak 29 September 2025.

Sebelumnya, ia bekerja sebagai pengemudi ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut mendorongnya bergabung sebagai relawan dapur MBG.

“Saya lebih senang bekerja di dapur,” ujarnya.

Di SPPG, Irfan bertugas sebagai relawan kebersihan. Sejak bekerja di dapur MBG, ia mengaku memperoleh penghasilan yang jelas dan pasti.

BACA JUGA: Manfaat MBG Dirasakan hingga Lapisan Bawah Masyarakat

“Kalau bekerja di dapur, saya mendapatkan pendapatan pasti Rp110.000 per hari,” ujarnya.

Baik Sugiyono maupun Irfan mengaku menikmati pekerjaannya di dapur MBG. “Kita enjoy bekerja di sini,” kata Sugiyono.