Banjir Lumpuhkan Fasilitas Transportasi di Aceh, Sumut dan Sumbar, Kemenhub Upayakan Pemulihan Cepat

Banjir Transportasi
Salah satu ruas jalan di Aceh yang rusak akibat tergerus arus sungai yang meluap hingga mengakibatkan banjir. (BPBD Aceh)

“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi,” jelasnya.

“Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya,” kata Menhub.

Pada akses darat yang tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor, Kemenhub langsung memobilisasi dukungan transportasi udara maupun laut untuk memastikan pasokan bantuan bagi warga terdampak tetap berjalan.

Beberapa terminal juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

Untuk jalur kereta api, Kemenhub terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir. Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi.

“Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada,” jelasnya.

“Upaya ini untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan penanganan darurat di daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur,” sebut Menhub Dudy.***