HALONESIA.ID – BNPB memperingatkan masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi basah karena cuaca ekstrem dan angin kencang yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Seperti terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hujan deras disertai angin kencang telah menyebabkan tanah longsor pada sembilan kecamatan, yakni Cikedal, Cadasari, Cipeucang, Pagelaran, Carita, Cisata, Sindangresmi, Sukaresmi, dan Cimanuk.
Tercatat 16 KK atau 64 jiwa terdampak dengan kerugian materi di antaranya satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah sedang, dan 13 unit rumah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Pandeglang melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dalam upaya penanganan darurat.
Pemerintah Provinsi Banten menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 684 Tahun 2025 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana.
Status darurat bencana berlaku selama 90 hari TMT 19 Desember 2025 sampai 19 Maret 2026.
BACA JUGA: Update Korban dan Penanganan Bencana Alam di Sumatra hingga 20 Januari 2026
Sementara itu, bencana yang dipicu cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam durasi cukup lama pada Selasa, 20 Januari 2026, telah menyebabkan beberapa rumah warga terdampak.
Lokasi terdampak yakni Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Matesih, dan Jatipuro. Sebanyak 20 KK serta 20 unit rumah turut terdampak.
BPBD Kabupaten Karanganyar melaksanakan pendataan dan kaji cepat, serta menyalurkan bantuan logistik.
Tidak hanya cuaca ekstrem, angin kencang juga terjadi di Kabupaten Karanganyar. Lokasi terdampak yakni Desa Ngemplak, Karangpandan dan Doplang, di Kecamatan Karangpandan.
Tercatat sebanyak 40 KK terdampak dengan kerugian materi diantaranya 40 unit rumah dan 20 unit kios. BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait.***








