HALONESIA.ID – Sejumlah fasilitas transportasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), lumpuh akibat banjir yang melanda sejak beberapa hari terakhir.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik.
“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. InsyaAllah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 28 November 2025.
Hingga saat ini, sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir.
Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam upaya pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.
BACA JUGA: Banjir Besar di Vietnam: 90 Orang Meninggal, 12 Dilaporkan Hilang
Berdasarkan laporan satuan kerja Kemenhub wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejumlah infrastuktur transportasi darat, laut dan perkeretaapian yang terdampak antara lain:
1. Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh;
2. Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh;
3. Jalur kereta api lintas Stasiun (St) Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Aceh;
4. Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh;
5. Terminal Tipe A Langsa, Aceh;
6. Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara;
7. Terminal Tipe A Amplas, Sumatera Utara;
8. Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatera Utara;
9. Terminal Tipe A Sibolga, Sumatera Utara;
10. Terminal Tipe A Tarutung, Sumatera Utara.
Pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal.
Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara DR. F.L. Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele – Takengon, Aceh.
Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim.
Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.
Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus.
BACA JUGA: KAI Bantah Pecat Argi gara-gara Tumbler Penumpang Hilang, Begini Kronologinya
Secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan.








