Dipermalukan Nottingham Forest, Liverpool Diolok-olok Sedang Menghuni ‘Gua’ Gelap

Liverpool
Liverpool saat hadapi Nottingham Forest di Anfield pada Sabtu, 22 November 2025. (Instagram/@liverpoolfc)

HALONESIA.ID – Apa yang terjadi dengan Liverpool? Pertanyaan makin menjadi muncul di benak fans Si Merah setelah kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest di Anfield, akhir pekan kemarin.

Kebangkitan yang diharapkan tak kunjung terwujud, malah aib tak terduga menimpa Liverpool karena Forest bukanlah tim yang diprediksi mampu mengecundangi Si Merah karena datang dari papan bawah klasemen Liga Primer Inggris (EPL).

Terlebih lagi, pasukan Arne Slot bermain di Anfield, benteng suci yang sayangnya telah berubah menjadi ‘gua’, istilah yang sebelumnya sering dikaitkan dengan musuh bebuyutan, Manchester United.

Tetapi mereka kini tampaknya terpaksa berbagi ‘gua’ dengan The Red Devils, sebuah kerja sama yang terpaksa dan telah membuat para penggemar setia Liverpool patah hati.

Namun perlu diingat bahwa United, yang dilatih Ruben Amorim, kembali menunjukkan tanda-tanda kelemahan belakangan ini.

Tidak seperti Liverpool yang terus menurun di kompetisi Liga Primer Inggris setelah kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir mereka, dua di antaranya di kandang sendiri.

BACA JUGA: Manchester United Tanpa Sesko dan Maguire saat Hadapi Everton di Old Trafford

Mereka kini berada di luar sepuluh besar klasemen Premier League dan bisa melupakan misi juara setelah tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen Arsenal yang mengalahkan Tottenham Hotspur, kemarin malam.

Bahkan, Liverpool juga menorehkan rekor yang tidak diinginkan karena untuk pertama kalinya sejak 1965, mereka menderita dua kekalahan liga berturut-turut dengan selisih tiga gol atau lebih.

Yang lebih menyedihkan, kekalahan itu terjadi di hadapan bos mereka Tom Werner yang datang untuk menunjukkan dukungannya dengan duduk di tribune kehormatan.

Terakhir kali ia mengunjungi Anfield adalah ketika Liverpool mengangkat trofi Premier League pada Mei lalu, tetapi kunjungan ini menimbulkan ribuan pertanyaan baginya, ‘apa yang terjadi’.

Klub telah menghabiskan 450 juta Poundsterling di musim panas untuk memastikan misi mempertahankan gelar juara berhasil.

Liverpool perlu merespons dengan cepat dan segera pulih sebelum Werner kehilangan kesabarannya, dan Slot tentu saja tidak ingin kehilangan pekerjaannya.***