HALONESIA.ID – Jumlah korban akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Vietnam pada Kamis, 20 November 2025 lalu, terus bertambah.
Hingga Minggu, 23 November 2025, Pemerintah Vietnam mengonfirmasi 90 orang korban ditemukan meninggal, sementara 12 orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Wilayah tengah dan dataran tengah Vietnam saat ini menghadapi salah satu bencana terburuk dalam sejarah negara itu.
Sebab, jumlah korban tewas atau hilang telah meningkat menjadi 102, sementara ratusan ribu rumah terendam banjir besar selama seminggu terakhir.
Laporan Departemen Penanggulangan Bencana dan Pencegahan Vietnam yang diperbarui pukul 7 pagi hari Minggu mengonfirmasi 90 kematian dan 12 orang masih hilang.
Angka ini melonjak drastis dibandingkan data Sabtu pagi yang mencatat 55 kematian dan 13 orang hilang, lapor The Nation.
Provinsi Dak Lak merupakan provinsi yang paling parah terkena dampaknya dengan 63 kematian dan delapan orang hilang.
Kemudian, Khanh Hoa mencatat 14 kematian dan dua orang hilang, sementara Lam Dong mencatat lima kematian.
Provinsi lain yang juga mencatat korban jiwa antara lain Quang Tri, Thua Thien Hue, Da Nang, dan Gia Lai.
Di Dak Lak, empat wilayah, yakni Hoa Xuan, Dong Hoa, Hoa Thinh dan Hoa My, masih terendam seluruhnya, yang berarti hanya bantuan terbatas yang dapat disalurkan.
Banjir besar ini berdampak pada 185.733 rumah, dengan sekitar 150.000 rumah di antaranya di wilayah Dak Lak.
Setelah proses verifikasi, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 50.000, tetapi kerusakannya tetap parah.
Sebanyak 1.154 rumah dilaporkan hancur atau rusak parah, dengan Lam Dong menyumbang jumlah tertinggi yakni 825 rumah.
Kerugian awal diperkirakan mencapai VND9,035 triliun atau sekitar USD 343 juta, dan pihak berwenang memperkirakan angka tersebut akan meningkat seiring surutnya air dan dilakukannya pemeriksaan menyeluruh.
Sektor pertanian mengalami kerusakan besar. Di mana 80.825 hektare tanaman padi dan tanaman pangan rusak. Lalu, 117.067 hektare tanaman permanen hancur.
Serta, 3,23 juta ternak dan unggas mati atau hanyut dan 1.157 hektare kolam dan keramba akuakultur rusak, terutama di Dak Lak dan Khanh Hoa.
Banjir juga berdampak terhadap jaringan transportasi. Enam jalur kereta api masih tidak dapat beroperasi.
Kerusakan jaringan listrik juga serius, dengan 1,17 juta pelanggan terdampak sejak bencana dimulai.
Hingga saat ini, 258.000 pelanggan belum menerima pasokan listrik. Layanan telekomunikasi juga terganggu, dengan 552 stasiun pangkalan (BTS) tidak beroperasi.







