TEKNO  

Google Play Store Akan Beri Label Aplikasi yang Menguras Baterai

Google Play Store
Ilustrasi, Google Play Store. (Vika_Glitter/Pixabay)

HALONESIA.ID – Bisa dibilang daya tahan baterai merupakan masalah utama bagi pengguna smartphone atau ponsel pintar dan Google akan mulai menandai aplikasi semacam itu di Google Play Store.

Meskipun banyak produsen membekali ponsel dengan baterai yang lebih besar, beberapa aplikasi justru menjadi penghisap energi yang menguras baterai perangkat.

Dalam sebuah postingan blog, raksasa pencarian tersebut mengumumkan bahwa mulai 1 Maret 2026, aplikasi yang melanggar akan diberi label peringatan.

Label ini akan memberi tahu pengguna bahwa aplikasi tersebut dapat menguras baterai secara berlebihan karena penggunaan latar belakang yang tinggi.

Tentu saja, menambahkan label peringatan merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengatasi masalah pengurasan baterai.

Awal tahun ini, perusahaan memperkenalkan metrik penguncian bangun parsial yang berlebihan, yang dikembangkannya bersama Samsung.

BACA JUGA: Aplikasi Edits Perkenalkan Fitur ‘Lip Sync’ dalam Pembaruan Terbaru

Setelah beberapa penyempurnaan, metrik tersebut kini tersedia untuk semua pengembang aplikasi Android.

Salah satu peningkatannya adalah ambang batas perilaku buruk yang telah ditentukan.

Pada dasarnya, sebuah aplikasi dapat mencegah perangkat masuk ke mode tidur, sehingga dapat berfungsi di latar belakang.

Dalam satu sesi pengguna, jika aplikasi membuat perangkat tetap aktif selama lebih dari dua jam dalam periode 24 jam, Google menganggapnya berlebihan.

Jika 5% sesi pengguna dalam periode 28 hari melebihi batas yang ditetapkan, aplikasi tersebut telah melewati batas yang ditetapkan.

Google kemudian akan memberi tahu pengembang tentang masalah tersebut, sehingga perubahan dapat dilakukan.

Selain itu, aplikasi tersebut mungkin tidak akan direkomendasikan oleh Google Play Store.***