Pemerintah RI Akselerasi Transformasi Industri Otomotif Berbasis Kendaraan Listrik

kendaraan listrik
Ilustrasi Mobil Listrik. (Pixabay/Yamu_jay)

HALONESIA.ID – Pemerintah RI terus mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui penguatan industri kendaraan listrik berbasis baterai.

Pengembangan ekosistem ini menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi nasional yang tidak hanya bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral strategis, tetapi juga mendorong kemandirian industri dan ketahanan energi nasional.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan peninjauan ke fasilitas produksi PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan meninjau kesiapan ekosistem baterai kendaraan listrik yang dikembangkan oleh PT HLI Green Power, sebuah perusahaan joint venture antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution dengan nilai investasi mencapai USD1,2 miliar.

Serta memiliki kapasitas produksi 10 GWh per tahun setara dengan kebutuhan 150.000 unit kendaraan listrik (EV). Fasilitas ini menjadi salah satu struktur manufaktur baterai EV terbesar dan paling strategis di Indonesia.

“Kunjungan kami ke sini untuk meninjau perkembangan dan kesiapan ekosistem baterai listrik untuk kendaraan listrik dalam mendukung pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk memperkuat implementasi proyek baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Proyek di Karawang memiliki nilai strategis tinggi dalam mendorong investasi global, pengembangan teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di sektor energi baru dan terbarukan.

BACA JUGA: Indonesia dan Yordania Perkuat Hubungan Strategis, Presiden Prabowo: Kami Lebih dari Sekadar Mitra

Dari sisi ekonomi, industri baterai listrik nasional juga berpotensi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan peluang ekspor, memperkuat neraca perdagangan, dan menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan sektor industri pendukung, mulai dari pertambangan nikel hingga komponen elektronik.

Dalam kesempatan tersebut, Chief Executive Officer HLI Green Power Hong Ki Chul menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik, serta menjelaskan berbagai jenis baterai yang diproduksi di fasilitas tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan, terutama dalam bidang energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.