HALONESIA – Bupati Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, menyambangi Kantor Staf Presiden (KSP) terkait upaya menggenjot pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kedatangan Dominggus Saiba disambut hangat Kepala Sekretariat KSP, Prof. Achmad Tjachja, beserta jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pegunungan Arfak menyerahkan surat permohonan audiensi resmi kepada Kepala Staf Presiden. Pertemuan ini digadang-gadang menjadi ruang strategis untuk mengurai sejumlah isu prioritas daerah.
Di antaranya, mulai dari percepatan infrastruktur dasar, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga konektivitas wilayah dan pemberdayaan ekonomi warga.

BACA JUGA: Sumbang Surplus PNBP 120 Persen, Kepercayaan Publik pada Layanan Standardisasi BSN Meningkat
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Pegunungan Arfak, pungkas Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Saiba.
Dominggus Saiba menegaskan, pembangunan di daerah 3T mustahil terwujud tanpa sokongan penuh pemerintah pusat. Menurutnya, mempercepat pembangunan di Pegunungan Arfak adalah bagian tak terpisahkan dari komitmen mewujudkan pemerataan secara nasional.

Merespons hal itu, Kepala Sekretariat KSP, Achmad Tjachja, menyambut positif ikhtiar Pemkab Pegunungan Arfak. Pihaknya berjanji segera meneruskan aspirasi tersebut kepada Kepala Staf Presiden guna menentukan jadwal audiensi.
“KSP berkomitmen untuk terus mengawal koordinasi lintas kementerian dan lembaga demi mengakselerasi pembangunan di kawasan pinggiran,” ungkap Achmad Tjachja.****








